Dosen Departemen Ilmu Kelautan FIKP Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Mahatma Lanuru, mengambil peran penting dalam The DAAD Alumni Mini Workshop on Bio-economy: Perspectives from Agriculture and Forestry yang berlangsung pada 8–10 April 2026 di Bandung.
Workshop yang mempertemukan alumni DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) dari berbagai disiplin ilmu dan institusi ini bertujuan memperkuat jejaring sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transisi bioekonomi berkelanjutan di kawasan ASEAN. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran (UNPAD) dengan IPB University sebagai pengusul, mengusung pendekatan integratif yang mencakup sektor pertanian, kehutanan, hingga kelautan dan perikanan.
Dalam forum tersebut, Prof. Mahatma Lanuru tampil sebagai salah satu pembicara dengan membawakan materi berjudul “The Role of Seagrass Restoration in Bio-Economy”. Ia menekankan bahwa restorasi lamun memiliki peran strategis dalam mendukung bioekonomi berbasis ekosistem pesisir yang berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi.
Partisipasi ini menunjukkan kontribusi aktif Departemen Ilmu Kelautan FIKP UNHAS dalam mendorong pengembangan bioekonomi, khususnya melalui pendekatan berbasis ekosistem pesisir, serta memperkuat kolaborasi riset di tingkat nasional dan internasional.
