Tim peneliti program SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development) melaksanakan rangkaian kegiatan pengumpulan data di Makassar selama empat hari, 17–20 Agustus 2026. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian kolaborasi internasional yang diinisiasi Pemerintah Jepang dan melibatkan kerja sama antara University of Tsukuba, Kyoto University, Universitas Hasanuddin, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Universitas Sahid.

Kolaborasi ini mengusung proyek “Pengembangan Produk Fungsional Berbasis Rumput Laut Berkelanjutan untuk Mendorong Ekonomi Biru”, yang bertujuan membangun model fundamental untuk pemanfaatan lanjutan rumput laut di Indonesia melalui pengembangan teknologi dari budidaya hingga manufaktur produk fungsional, disertai kajian dampak lingkungan dan ekonomi.

Program SATREPS melibatkan empat kelompok penelitian dengan fokus yang saling terintegrasi. Dalam kunjungan di Makassar, perwakilan yang hadir berasal dari Grup 4 dan Grup 3. Grup 4 fokus pada kajian dampak lingkungan, penerimaan sosial, serta analisis ekonomi industri rumput laut. Dari pihak Jepang, hadir Ryozo Noguchi, Profesor dari Kyoto University selaku Leader Grup 4 Jepang. Dari Indonesia, hadir Agusta Samodra Putra, Peneliti Senior BRIN yang bertindak sebagai Leader Grup 4 Indonesia. Turut hadir Sosaku Ichikawa, Profesor dari University of Tsukuba sekaligus Leader Grup 3 yang fokus pada pengembangan teknologi pengolahan dan peningkatan nilai tambah produk rumput laut.

Selama di Makassar, tim melakukan diskusi dan pengumpulan data bersama mitra serta pemangku kepentingan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi industri rumput laut, mulai dari sistem budidaya, tantangan produksi, hingga aspek sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan model industri rumput laut berkelanjutan di Indonesia. Sebagai penutup kegiatan rangkaian, tim mengunjungi Universitas Hasanuddin untuk melaksanakan tur laboratorium di Multitropik Research Group yang dikelola oleh Grup 1. Grup 1 fokus pada investigasi sumber daya laut, optimasi metode budidaya, serta seleksi benih unggul, dan dipimpin oleh Ambo Tuwo, Guru Besar Departemen Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin. Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau sejumlah peralatan penelitian yang telah diterima Unhas untuk mendukung pelaksanaan penelitian budidaya dan peningkatan kualitas produksi. Kunjungan ditutup dengan mengunjungi ruangan Dr. Inayah Yasir selaku anggota peneliti dari Grup 1 untuk melihat untuk melihat koleksi herbarium rumput laut sebagai bagian penting dari dokumentasi dan pengayaan data keanekaragaman hayati. Melalui kunjungan ini, tim memperoleh penjelasan mengenai konsep budidaya rumput laut yang tengah dikembangkan. Prof. Ichikawa menyampaikan harapannya agar Grup 1 mampu menghasilkan benih unggul rumput laut guna memperkuat aspek produksi dan kualitas bahan baku nasional. Kegiatan ini menegaskan komitmen kolaborasi Indonesia–Jepang dalam membangun industri rumput laut berbasis sains, teknologi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

By iq bal