Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Departemen Ilmu Kelautan (Depik) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa penyuluhan di Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.pada hari Selasa, 19 Desember 2023. berkolaborasi mengadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertema Penanganan Sampah dan Pelestarian Mangrove. Pada kegiatan ini Depik berkolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo, Kendari, Marine Plastic Research Group (MPRG), Balai Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Rappo Indonesia.
Ketua Departemen Ilmu Kelautan, Dr. Khairul Amri menyampaikan bahwa PKM ini adalah salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi dan setiap semester dilakukan pada berbagai lokasi di daerah pesisir. Khairul mengharapkan agar setelah kegiatan ini, masyarakat lebih peduli akan pentingnya pengelolan sampah dan pelestarian mangrove. Kegiatan ini dibuka oleh Camat Maros Baru, H. Andi Abbas Maskur yang menyambut baik kegiatan ini. Andi Abbas menyampaikan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Kabupaten Maros sudah melebihi kapasitas dari sampah yang dihasilkan Masyarakat setiap hari. Salah satu Solusi dari permasalahan ini disampaikan oleh Dr. Shinta Werorilangi dari Tim MPRG yang mengajak Masyarakat untuk memilah sampah sehingga bernilai ekonomis. Ibu-ibu dan remaja putri di Desa Borimasunggu juga diajarkan memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan tangan seperti tas dan dompet. Kegiatan penyuluhan ini juga diisi dengan materi tentang Budidaya Rumput Laut di tambak yang disampaikan oleh Dr.Tarunamulia dari BRIN yang menyampaikan berbagai permasalahan serta penanganan yang dapat dilakukan dalam budidaya di tambak. Penyuluhan ini diakhiri dengan materi mengenai pelestariaan mangrove terutama sepanjang daerah aliran Sungai. Materi disampaikan oleh Dr. Supriadi Mashoreng dari FIKP Unhas dan Laode M. Yasir Haya, Ph.D dari FPIK Universitas Halu Oleo yang sama-sama menyampaikan arti penting mangrove pada daerah pesisir. Keduanya memberikan gambaran potensi dan permasalahan dalam pengelolaan mangrove di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan Tenaga Kependidikan Departemen Ilmu Kelautan, mahasiswa S1 dan S2 Ilmu Kelautan, Kepala Desa Borimasunggu, Syamsu Rijal serta aparat dan warga Desa Borimasunggu.


