Indonesia yang berada di daerah tropis serta terletak di kawasan segitiga karang dunia atau coral triangle memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. Selama ini penentuan nilai keanekaragaman hayati laut masih menggunakan teknik konvensional seperti visual census. Teknik ini sering mengalami bias dan memerlukan keterampilan yang tinggi untuk mengidentifikasi objek yang diamati. Seiring dengan perkembangan teknologi, pendekatan DNA lingkungan atau environmental DNA (eDNA) mulai banyak digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Dr. Widyastuti Umar, S.Kel, dosen muda Departemen Ilmu Kelautan mendapatkan kesempatan untuk mendalami bidang ini melalui undangan sebagai visiting researcher dari Department of Biology, University of Antwerp, Belgia. Widya selama tiga bulan berada di Negara Berlian ini berkesempatan untuk menjalani tahapan-tahapan analisis eDNA termasuk sampling di lapangan, ekstraksi eDNA, Sequencing dengan ONT MinION Portable Sequencer, Analisis Data dan Pelaporan.



Training ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan kemampuan untuk melakukan prosedur ini serta untuk mengajarkannya ke mahasiswa atau peneliti lain di Indonesia. Salah satu realisasi dari kunjungan Widya ke Belgia ini, pada tanggal 30 Januari sampai 9 Februari 2024, akan Workshop mengenai Environmental DNA Barcoding and Genomics yang diperuntukkan untuk mahasiswa, dosen dan peneliti
